Thursday, January 26, 2012
Tingkatkan Performa kendaraan anda dengan pengaturan GEAR
Kita lihat tentang performa motor kita selama ini. Apa anda bosan dengan yang itu-itu saja, anda bias saja meningkatkan performa motor/kendaraan anda dengan upgrade salah satu partnya yaitu “Gear”. Yang dimaksud disini adalah gear depandan belakang yang ada pada rantai…bukan gear didalam mesin.
Seperti yang kita tahu bahwa ada beberapa ukuran Gear yang sebenarnya dapat kita mainkan untuk mendapatkan setelan yang kita butuh kan untuk kendaraan kita seperti untuk akselelerasi ataupun top speed. Gini nih cara memainkan Gear yang bias anda coba sendiri nantinya. Gear Depan : . semakin kecil gear depan maka Akselerasi-nya akan semakin tinggi. semakin besar gear depan maka Top Speed-nya akan semakin tinggi. Gear Belakang :. semakin kecil gear belakang maka Top Speed nya akan semakin tinggi. semakin besar gear belakang maka Akselerasi -nya akan semakin tinggi
Nah….untuk setelan yang biasa saya gunakan adalah DEPAN 15 dan BELAKANG 35. Ini sengaja saya pasang karena motor saya sudah saya tune-up dan hanya memerlukan sedikit tambahan untuk top speed-nya. Untuk Gear standart pada motor Yamaha biasanya adala 15-36. Namun untuk Honda bervariasi.Kalo untuk yang lebih membutuhkan Top Speed adalah setelan 14-33. Ini bisa membuka porsi tenaga lebih besar dan ukuran gear ini dipakai pada motor untuk balapan jarak 400-1200 m.
Untuk lebih besar pada akselerasi kita pakai saja ukuran 14-36. Namun perlu diingat ini akan dapat mengurangi porsi tenaga yang sangat besar pada rpm diatas 4000rpm akibatnya top speed akan berkurang jauh. Untuk mengatasinya bisa dilakukan tune-up. Karena memang ini biasa dipakai untuk motor drag yang lebih membutuhkan akselerasi.
Nah sekian tipsnya…semoga bermanfaat
Lorenzo and Spies bertemu dengan talenta muda di Indonesia
Jorge Lorenzo dan Ben Spies memulai satu kunjungan hari mereka untuk hari Minggu pagi di Jakarta dengan kunjungan khusus untuk memenuhi potensi balap bintang masa depan.
Pabrik Yamaha Racing duo berbagi beberapa pengetahuan berharga mereka dengan pembalap dan datang dalam Bahasa Indonesia Seri Piala Yamaha R sebagai bagian dari Yamaha Coaching Clinic yang unik. Bintang-bintang MotoGP memberikan tips tentang posisi pengendara, menikung dan menyalip dengan pengendara lokal senang.
Setelah sesi pelatihan pagi, Lorenzo pergi untuk membantu Yamaha Motor Indonesia meluncurkan sepeda motor baru Yamaha Byson di depan audiens lebih dari 3000 Yamaha Dealer bahasa Indonesia pada acara khusus hanya di luar Jakarta. Para Bison 150cc motor jalanan adalah mesin baru yang penting Yamaha untuk 2012 di Indonesia. Spies adalah karena co-host bersama rekan setimnya namun serangan keracunan makanan sayangnya berarti ia tidak dapat berpartisipasi.
"Ini merupakan kesenangan untuk memenuhi pembalap Indonesia baru di masa depan," ujar Lorenzo. "Saya pikir dengan guru yang baik mereka dapat pengendara profesional di dunia kejuaraan itu penting juga bagi kita untuk melihat semua dealer di sini di Indonesia sore ini yang menjual semua sepeda Yamaha;. Saya berharap kami membantu untuk memotivasi mereka untuk mencapai keberhasilan dalam 2012. "
"Ini sudah sangat keren untuk datang ke sini dan bertemu orang-orang Indonesia" komentar Spies. "Mereka sudah begitu hangat dan ramah kepada saya, saya benar-benar minta maaf belum mampu memenuhi semua dealer sore ini, hanya keberuntungan saya untuk mendapatkan terserang bug hari ini.. Aku pergi ke Bali sekarang untuk pulih dan beristirahat beberapa hari tetapi aku sudah menantikan kesempatan lain untuk datang kembali ke sini lagi dan melihat semua orang. "
http://www.motogp.com
Pabrik Yamaha Racing duo berbagi beberapa pengetahuan berharga mereka dengan pembalap dan datang dalam Bahasa Indonesia Seri Piala Yamaha R sebagai bagian dari Yamaha Coaching Clinic yang unik. Bintang-bintang MotoGP memberikan tips tentang posisi pengendara, menikung dan menyalip dengan pengendara lokal senang.
Setelah sesi pelatihan pagi, Lorenzo pergi untuk membantu Yamaha Motor Indonesia meluncurkan sepeda motor baru Yamaha Byson di depan audiens lebih dari 3000 Yamaha Dealer bahasa Indonesia pada acara khusus hanya di luar Jakarta. Para Bison 150cc motor jalanan adalah mesin baru yang penting Yamaha untuk 2012 di Indonesia. Spies adalah karena co-host bersama rekan setimnya namun serangan keracunan makanan sayangnya berarti ia tidak dapat berpartisipasi.
"Ini merupakan kesenangan untuk memenuhi pembalap Indonesia baru di masa depan," ujar Lorenzo. "Saya pikir dengan guru yang baik mereka dapat pengendara profesional di dunia kejuaraan itu penting juga bagi kita untuk melihat semua dealer di sini di Indonesia sore ini yang menjual semua sepeda Yamaha;. Saya berharap kami membantu untuk memotivasi mereka untuk mencapai keberhasilan dalam 2012. "
"Ini sudah sangat keren untuk datang ke sini dan bertemu orang-orang Indonesia" komentar Spies. "Mereka sudah begitu hangat dan ramah kepada saya, saya benar-benar minta maaf belum mampu memenuhi semua dealer sore ini, hanya keberuntungan saya untuk mendapatkan terserang bug hari ini.. Aku pergi ke Bali sekarang untuk pulih dan beristirahat beberapa hari tetapi aku sudah menantikan kesempatan lain untuk datang kembali ke sini lagi dan melihat semua orang. "
http://www.motogp.com
Wednesday, January 18, 2012
Aturan Baru Uji Mesin MotoGP 2012 , UPDATE!
Setelah krisis ekonomi melanda dunia, MotoGP mengeluarkan kebijakan untuk membatasi jumlah uji coba, sebagai upaya penghematan. Ducati sangat merasakan imbas dari aturan tersebut, di mana mereka tak memiliki keleluasaan dalam melakukan uji coba. Rossi dan Nicky Hayden hanya punya beberapa kesempatan mencoba motor baru, sehingga proses pengembangan Desmosedici tak berjalan sempurna.
Meskipun sudah berusaha menyiasati aturan pembatasan itu dengan memakai tenaga test rider, Franco Battaini dan bos tim Vittoriano Guareschi, tetapi hasilnya sangat tidak maksimal. Alhasil, Desmosedici GP11 tidak kompetitif ketika bertarung dengan dua tim pabrik lainnya, Honda dan Yamaha.
Rossi termasuk orang yang sangat sewot dengan aturan pembatasan uji coba tersebut. "The Doctor" mengatakan bahwa Ducati mengalami kerugian besar dengan aturan itu.
Dalam perjalanan musim 2011, Ducati mencoba beberapa perubahan radikal untuk mengatasi persoalan front-end. Tetapi semua upaya tak membuahkan hasil menggembirakan, dan tim yang bermarkas di Bologna tersebut hanya dua kali membawa pebalapnya naik podium.
Nah, untuk Desmosedici GP12, Ducati beralih ke sasis konvensioanl, yaitu aluminium tiang kembar. Motor untuk era mesin 1.000 cc itu diharapkan bisa membuat Ducati lebih kompetitif pada musim 2012. Adanya izin untuk melakukan lebih banyak uji coba, yang disepakati akhir pekan lalu dalam sebuah pertemuan Grand Prix Commission di Madrid, membuat Ducati senang.
Aturan baru itu mengizinkan Ducati, Honda, dan Yamaha, menggunakan 240 (120 set) ban Bridgestone bersama pebalap yang dikontraknya. Inilah yang membuat Burgess sangat senang.
"Bagi kami supaya lebih kompetitif, kami perlu melakukan tes bersama para pebalap kmi. Kami memiliki sebuah kewajiban terhadap fans Ducati dan Ducati sendiri, supaya kompetitif, dan jika kami di belakang, maka kami perlu melakukan uji coba bersama para pebalap kontrak kami," ujar pria asal Australia itu.
"Itu merupakan satu-satunya cara kami bisa maju. Perusahaan lain akan memiliki aturan yang sama, dan jika anda tidak memerlukan tes, anda tidak harus melakukannya. Kami hanya ingin lebih dekat dengan yang di depan. Kami memiliki test rider, tetapi dengan rasa hormat, mereka selama ini hanya bisa mengambil motor, padahal kami menginginkan masukan dari pebalap MotoGP.
"Dan itu tidak hanya Valentino, tetapi semua pebalap Ducati. Kami perlu kerja sama dan berusaha secepatnya agar motor ini bisa berkembang. Ketika anda berada di bawah, anda perlu meningkatkan kecepatan dengan segera untuk berada di atas.
Burgess mengakui, perkembangan Ducati terbilang cepat sehingga bisa menjadi juara pada tahun 2007. Tetapi setelah itu, mulai 2008 hingga 2010, perkembangannya menjadi sangat lambat dibandingkan pabrik lain, terutama Yamaha, sebelum Honda bangkit di 2011.
KOMPAS.com
Meskipun sudah berusaha menyiasati aturan pembatasan itu dengan memakai tenaga test rider, Franco Battaini dan bos tim Vittoriano Guareschi, tetapi hasilnya sangat tidak maksimal. Alhasil, Desmosedici GP11 tidak kompetitif ketika bertarung dengan dua tim pabrik lainnya, Honda dan Yamaha.
Rossi termasuk orang yang sangat sewot dengan aturan pembatasan uji coba tersebut. "The Doctor" mengatakan bahwa Ducati mengalami kerugian besar dengan aturan itu.
Dalam perjalanan musim 2011, Ducati mencoba beberapa perubahan radikal untuk mengatasi persoalan front-end. Tetapi semua upaya tak membuahkan hasil menggembirakan, dan tim yang bermarkas di Bologna tersebut hanya dua kali membawa pebalapnya naik podium.
Nah, untuk Desmosedici GP12, Ducati beralih ke sasis konvensioanl, yaitu aluminium tiang kembar. Motor untuk era mesin 1.000 cc itu diharapkan bisa membuat Ducati lebih kompetitif pada musim 2012. Adanya izin untuk melakukan lebih banyak uji coba, yang disepakati akhir pekan lalu dalam sebuah pertemuan Grand Prix Commission di Madrid, membuat Ducati senang.
Aturan baru itu mengizinkan Ducati, Honda, dan Yamaha, menggunakan 240 (120 set) ban Bridgestone bersama pebalap yang dikontraknya. Inilah yang membuat Burgess sangat senang.
"Bagi kami supaya lebih kompetitif, kami perlu melakukan tes bersama para pebalap kmi. Kami memiliki sebuah kewajiban terhadap fans Ducati dan Ducati sendiri, supaya kompetitif, dan jika kami di belakang, maka kami perlu melakukan uji coba bersama para pebalap kontrak kami," ujar pria asal Australia itu.
"Itu merupakan satu-satunya cara kami bisa maju. Perusahaan lain akan memiliki aturan yang sama, dan jika anda tidak memerlukan tes, anda tidak harus melakukannya. Kami hanya ingin lebih dekat dengan yang di depan. Kami memiliki test rider, tetapi dengan rasa hormat, mereka selama ini hanya bisa mengambil motor, padahal kami menginginkan masukan dari pebalap MotoGP.
"Dan itu tidak hanya Valentino, tetapi semua pebalap Ducati. Kami perlu kerja sama dan berusaha secepatnya agar motor ini bisa berkembang. Ketika anda berada di bawah, anda perlu meningkatkan kecepatan dengan segera untuk berada di atas.
Burgess mengakui, perkembangan Ducati terbilang cepat sehingga bisa menjadi juara pada tahun 2007. Tetapi setelah itu, mulai 2008 hingga 2010, perkembangannya menjadi sangat lambat dibandingkan pabrik lain, terutama Yamaha, sebelum Honda bangkit di 2011.
KOMPAS.com
Tuesday, January 17, 2012
Hasil HOC

PT Astra Honda Motor kembali mengadakan kontes modifikasi bertajuk "Honda Otocontest" (HOCS) di Kenjeran Park, Surabaya (4/12). Ajang kali ini adalah puncak acara (Final Battle) dari seluruh 12 HOCS yang diselenggarakan sepanjang tahun ini.
1.415 Peserta
Tahun ini merupakan untuk ketiga kalinya AHM mengadakan HOCS. Jumlah kota tempat penyelenggaraan juga meningkat dari 10 pada 2010 menjadi 12 sepanjang tahun ini. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Palembang, Tulungagung, Denpasar, Medan, Malang, Banjarmasin, Yogyakarta, Kediri, Jember dan Surabaya, dengan total peserta 1.415 sepeda motor
Lomba dibagi dalam 13 kelas yakni, Pemula, Matic Custom, Matic Racing, Matic Funky, Bebek Custom, Bebek Funky, Extreme, Racing Look, Sport non Fairing, Sport Funky, Transfer Body, Asesoris dan Sport Funky Fairing. Peserta Final Battle adalah juara pertama di setiap kelas dari masing-masing kota. Selanjutnya dipilih 3 pemenang utama memperebutkan The King Extreme, The King Non Extreme dan The King of Fashion.
"Ajang modifikasi kami lakukan untuk menyalurkan hobi dan tren. Kami sadar bisnis sepeda motor bukan sekedar jualan, juga menciptakan gaya hidup," ujar Auddie A Wiranata, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor di Surabaya, (4/12).
Selanjutnya, Agustinus Indraputra, GM Marketing Planning & Analysis Division AHM menambahkan, ajang modifikasi diharapkan memancing kreativitas anak muda. Juga bisa menjadi kiblat tren modifikasi se[peda motor di Indonesia.
"Ketiga pemenang HOCS tahun ini akan kami ajak menghadiri Honda Modifikasi Contest di Bangkok International Motorshow (BIM) 2012 dan bertarung dengan modifikator di sana," tambah Indraputra.
Terbaik
Dari HOCS kali ini, terpilih tiga modifikator terbaik yang akan berkunjung ke BIM tahun depan. Agus Ficdiyanto, 42 tahun, dari Alfasiera Custom yang berhasil merebut predikat The King Extreme HOCS 2011 dengan CS-1. Hasil modifikasinya, sepeda motor hibrida, Honda CS-1 yang mengawinkan mesin bensin dengan motor listrik.
Predikat The King Non Extreme diraih oleh Agus Umbara, 27 tahun, dari Kanya Planet Customize, Bali. Karyanya terinspirasi dari film Transformer. Guru olahraga dari SMA 1 Badung, Bali ini mengubah Supra tahun 2000 menjadi sepeda motor sport.
Terakhir, The King of Fashion, direbut Ida Bagus Teja, 20 tahun yang memodifikasi Blade 2009,lantas dikawinkan dengan New Mega Pro. Karyanya diberi nama Funky. Mahasiwa Universitas Hindu Indonesia semester 7 jurusan Pendidikan Agama ini mengaku terkejut bisa menembus tiga besar.
Dijelaskan pula, AHM akan terus menyelenggarakan acara modifikasi tahunan berskala nasional dan membuka membuka kesempatan kepda modifikator Indonesia bersaing di tingkat internasional.
Daftar Rider MotoGP Musim 2012 UPDATE

Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) sebagai penyelenggara balap MotoGP, akhirnya mengumumkan daftar ke 21 nama pembalap untuk balapan musim tahun 2012.
Pada musim tahun 2012 nantinya akan ada 9 pembalap yang tampil membela tim dari kategori CRT (Claiming Rule Team).
Kini, seluruh posisi telah terisi, setelah tim dari kategori CRT mengumumkan tiga nama terakhir para pembalapnya yang akan berlaga di musim MotoGP 2012.
Juara Superstock 1000 Italia, Danilo Petrucci akan membela Tim Ioda Racing Project, pembalap Moto2 Yonny Hernandez dan Ivan Silva, eks rider Superbike dan 250cc, keduanya akan membela tim BQR.
Situs resmi MotoGP menjelaskan bahwa daftar nama pembalap itu masih sementara, meski telah terdaftar sebanyak 21 pembalap .
Musim MotoGP 2012 sendiri akan berlangsung sebanyak 18 seri, dengan seri pembuka akan digelar di sirkuit Losail, Qatar, pada 8 April 2012 mendatang.
Berikut daftar nama pembalap MotoGP musim 2012 yang diumumkan FIM:
No. Rider Team Bike
1 Casey Stoner (Australia) Honda Team, HONDA
4 Andrea Dovizioso (Italia) Yamaha Tech 3, YAMAHA
5 Colin Edwards (AS) Forward Racing, SUTER*
6 Stefan Bradl (Jerman) LCR Honda MotoGP, HONDA
8 Hector Barbera (Spanyol) Pramac racing Team, DUCATI
9 Danilo Petrucci (Italia) Ioda Racing Project, IODA*
11 Ben Spies (AS) Yamaha Factory Racing, YAMAHA
13 Anthony West (Australia) Speed Master, ART*
14 Randy De Puniet (Perancis) Aspar Team MotoGP, ART*
17 Karel Abraham (Ceko) Cardion AB Motoracing, DUCATI
19 Alvaro Bautista (Spanyol) Honda Gresini, HONDA
20 Aleix Espargaro (Spanyol) Aspar Team MotoGP, ART*
22 Ivan Silva (Spanyol) BQR Team, BQR-FTR*
26 Dani pedrosa (Spanyol) Honda Team, HONDA
35 Cal Crutchlow (Inggris) Yamaha Tech 3, YAMAHA
46 Valentino Rossi (Italia) Ducati Team, DUCATI
51 Michele Pirro (Italia) Honda Gresini, FTR*
68 Yonny Hernandez (Kolombia) BQR Team, BQR-FTR*
69 Nicky Hayden (AS) Ducati Team, DUCATI
77 James Ellison (Inggris) Paul Bird Racing, ART*
99 Jorge Lorenzo (Spanyol) Yamaha Factory Racing, YAMAHA
note: (*) CRT
Subscribe to:
Posts (Atom)


